Kapten timnas Inggris, Leah Williamson, menegaskan bahwa kesejahteraan pemain menjadi prioritas utama bagi Lionesses. Williamson menyatakan bahwa kemungkinan aksi mogok oleh pemain tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan jika mereka merasa keselamatan dan kesehatan mereka terancam.

Bek Arsenal ini kembali ke skuad Inggris setelah menjalani operasi lutut dan memimpin negaranya meraih gelar Euro 2025. Williamson menyoroti bagaimana cedera dan kelelahan pasca-turnamen musim panas lalu di Swiss menjadi perhatian besar bagi tim.
Ia menekankan pentingnya dialog antara pemain dan badan pengatur sepak bola untuk mencari keseimbangan antara jadwal pertandingan yang padat dan perlindungan terhadap risiko cedera. Williamson menekankan bahwa suara pemain harus didengar sebelum tindakan ekstrem seperti mogok menjadi pilihan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Jadwal Padat dan Risiko Cedera
Williamson menekankan bahwa kesuksesan tim membawa konsekuensi berupa minimnya waktu istirahat bagi pemain. Semakin banyak pertandingan yang dimainkan, semakin tinggi risiko cedera, terutama bagi mereka yang tampil di turnamen besar.
Ia menegaskan bahwa pemain tidak menentang jadwal hanya untuk bersenang-senang, melainkan untuk memastikan tubuh mereka tetap sehat dan mampu tampil maksimal. Faktor akumulasi kelelahan menjadi alasan mengapa kesejahteraan pemain harus diprioritaskan.
Kapten Inggris tersebut menyatakan bahwa para pemain ingin tetap bermain dan berkompetisi, tetapi mereka juga perlu didengarkan dan terlibat dalam percakapan mengenai penjadwalan agar memiliki perspektif dalam keputusan manajemen.
Baca Juga: Comeback Rodman & Shaw, Sinyal Baru untuk Masa Depan USWNT
Mogok Sebagai Opsi Terakhir

Ketika ditanya kemungkinan mogok kerja, Williamson mengaku belum membicarakan hal ini secara konkret dengan tim. Namun, ia menekankan bahwa sejarah sepak bola menunjukkan mogok bisa menjadi cara agar suara pemain didengar jika dialog gagal.
Ia menegaskan bahwa saat ini belum sampai tahap tersebut dan masih ada ruang untuk kolaborasi antara pemain dan manajemen. Williamson berharap pendekatan edukatif dan komunikasi terbuka dapat mencegah tindakan drastis.
Dengan sikap tegas namun realistis, Williamson menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Ia menyeimbangkan komitmen terhadap tim dengan perlindungan hak dan kesejahteraan pemain, menjadi suara penting di balik strategi Lionesses.
Fokus Inggris Menjelang Kualifikasi Piala Dunia
Inggris akan menghadapi Ukraina di Antalya, Turki, sebelum menjamu Islandia di City Ground, Nottingham, dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia mendatang. Williamson menekankan bahwa pertandingan ini penting, meskipun dilakukan di lokasi netral akibat perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Kapten Lionesses juga menyoroti pentingnya menghormati pengalaman dan perjuangan pemain Ukraina, sambil tetap fokus pada performa tim Inggris. Williamson menunjukkan empati sekaligus profesionalisme dalam memimpin tim.
Dengan kembali beraksi di klub sejak Desember, Williamson memastikan bahwa dirinya siap memimpin tim dalam kompetisi mendatang. Fokusnya kini pada keseimbangan antara performa di lapangan dan perlindungan kesejahteraan pemain, memastikan Inggris tetap kompetitif sambil menjaga hak-hak atlet. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola perempuan menarik lainnya hanya di footballupds.com.
